Rabu, 25 September 2013

HPLC (High-Performance Liquid Chromatography)


HPLC (High-Performance Liquid Chromatography) merupakan salah satu metode yang biasa digunakan untuk memisahkan sekaligus mengetahui konsentrasi suatu zat yang terkandung dalam suatu campuran. Diagram blok dari sistem HPLC diperlihatkan pada gambar berikut :


High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) System
(Waters, 2012)

Reservoir hold berisi pelarut. Pada sistem ini, pelarut disebut juga mobile phase karena mengalami pergerakan sampai proses pendeteksian. High-pressure pump digunakan untuk menghasilkan dan mengukur kecepatan mobile phase dalam satuan milliliter per menit. Injektor berfungsi sebagai tempat masuknya sample yang akan dipisahkan dan dianalisis. Sample akan dialirkan bersama dengan mobile phase (pelarut)  menuju kolom HPLC. Kolom HPLC terdiri dari material yang dibutuhkan dalam proses pemisahan. Material ini disebut stationary phase. Detektor digunakan untuk melihat separated compound bands sebagai elute dari kolom HPLC. Mobile phase keluar dari detektor dan dikeluarkan sebagai limbah atau dikumpulkan jika dibutuhkan.   

Detektor dihubungkan dengan computer, sistem HPLC akan merekam sinyal yang dibutuhkan untuk menghasilkan chromatogram pada display untuk diidentifikasi dan untuk mengetahui besar konsentrasi pada masing-masing campuran (Gambar 2.2). Karena karakteristik dari sample yang diidentifikasi berbeda, maka dikembangkan beberapa detector. Sebagai contoh, jika campuran dapat mengabsorbsi sinar ultraviolet, maka digunakan UV-absorbance detector. Jika campuran fluoresces, maka digunakan fluorescence detector. Jika komponen tidak diketahui spesifikasi penyerapannya, maka digunakan detector universal, seperti Evaporative Light Scattering Detector (ELSD). Untuk mengasilkan analisis yang lebih baik, juga digunakan kombinasi detector. Sebagai contoh, UV dan/atau ELSD dikombinasikan dengan mass spectrometer (MS) untuk menganalisis hasil pemisahan chromatographic. Kombinasi ini menghasilkan informasi yang lebih detail mengenai sample (Waters, 2012). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar