Minggu, 25 Agustus 2013

Infra Red Sensor

Sensor infrared merupakan salah satu contoh dari thermometer radiasi. Komponen sensor ini terdiri dari lensa, penyearah emisi, detektor, temperatur internal, dan pengukur temperatur yang belum diketahui.  Radiasi infra merah dari objek akan difokuskan pada detektor dengan menggunakan lensa. Dengan penyearah emisi, arah radiasi yang bergerak ke detektor dapat bergerak lurus. 

                               Cara kerja IR Sensor

Passive Infrared Sensor (PIR sensor) merupakan sebuah divais elektronik yang digunakan untuk mengukur radiasi sinar infrared dari sebuah objek. PIR sensor seringkali digunakan sebagai motion detector. Pergerakan dideteksi ketika sebuah sumber infrared pada suatu temperatur misalnya temperatur manusia melewati sumber infrared dari temperatur lain, misalnya temperatur dinding. Tetapi, hal ini tidak dapat dikatakan sensor mendeteksi panas dari objek yang melewatinya tetapi objek merusak medan sensor dalam keadaan normal. Oleh karena itu banyak objek dengan temperatur yang sama dengan lingkungan akan tetapi dapat mengaktifkan PIR jika bergerak pada medan sensor.

Semua objek diatas nol absolute memancarkan energy dalam bentuk radiasi. Biasanya radiasi infrared tidak dapat ditangkap oleh mata tetapi dapat dideteksi oleh divais elektronik yang didisain secara khusus. Kalimat passive pada sensor PIR berarti sensor tidak memancarkan infrared tetapi menerima radiasi yang datang.

Pada inti sensor biasanya terbuat dari material pyroelectric, biasanya dalam bentuk film tipis, Caesium Nitrate (CsNO3), Lithium Tantalate (LiTaO3). Sensor ini dibentuk dalam bentuk IC yang terdiri dari satu, dua, atau empat pixel, sama dengan luas dari material pyroelectric. Pada penggunaannya diperlukan rangkaian elektronik untuk menginterpretasikan chip pyroelektrik. Kemudian sistem yang telah terintegrasi ini dapat digunakan untuk memonitor suatu area. Keunggulan dari sensor ini dintaranya kecil, murah, low-power, mudah digunakan, dan tidak mudah aus.

PIR memiliki dua celah, dimana masing-masing celahnya terbuat dari material yang sensitive terhadap infrared. Ketika sensor idle, kedua celah mendteksi sejumlah IR, beberapa jumlah diradiasikan dari ruangan atau dinding. Ketika tubuh manusia melewatinya, hal ini telah memotong satu setengah sensor yang menyebabkan perubahan positive differential antara dua bagian. Ketika tubuh manusia meninggalkan ruangan maka yang terjadi kebalikan, terjadi perubahan negative differential. Perubahan pulsa inilah yang akan dideteksi. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar